March 9, 2012

Membuat diri nyaman dengan pengamen dan pengemis

Tidak ada batas yang jelas antara Kota Tua dengan wilayah lainnya sebagaimana juga tidak ada tarif yang dikenakan jika kita telah menginjakkan kaki di dalam kompleks Kota Tua bahkan orang yang berada sejenak di dalam kompleks ini hanyalah orang lewat yang pulang pergi bekerja.

Sehingga siapa saja bisa singgah sekedar untuk merasakan nuansa Kota Tua. Saya ambil contoh jika kita masuk dari arah selatan yakni dari ruas Jalan Gajah Mada - Hayam Wuruk kita akan melewati Pusat Perbelanjaan Glodok yang merupakan pusat belanja elektronik. Ruas antara Glodok dan Museum Fatahillah saja sudah dipenuhi dengan bangunan ruko ruko tua yang sebagian sudah tak berpenghuni. Sehingga nuansa Kota Tua juga mulai terasa di sekitar kawasan yang juga tidak jelas apakah sudah masuk dalam kategori wilayah Kota Tua atau paling tidak masuk kategori Kota Lama.

Banyaknya pengunjung Kota Tua setiap saat seakan menjadi lahan subur bagi para pengamen dan pengemis. Sehingga untuk menikmati saat saat bermain di kawasan ini, kita harus bersikap positif dengan keberadaan mereka terlepas dari kesediaan kita memberi atau tidak karena sejauh yang saya amati pengamen pengamen Kota Tua yang jumlahnya cukup banyak masih kenal etika.

Salah satu triknya adalah bagaimana kita membuat diri kita nyaman dengan kehadiran pengamen dan pengemis.

No comments:

Post a Comment