October 6, 2012

Meriam Si Jagur

Meriam Portugis ini dibawa ke Batavia oleh Belanda sesudah merebut Malaka (1641). Panjangnya 3.81 m, beratnya 3.5 ton dan diameter dalam atau kaliber 24 cm, cocok untuk peluru batu 36 pound atau peluru besi 100 pound. Pada awal ditempatkan di Benteng Batavia untuk menjaga pelabuhan, tetapi kemudian dipindahkan ke magasin altilery dekat jalan Tongkol. Sesudah magasin dibongkar pada tahun 1810 meriam Si Jagur ditinggalkan. Mungkin karena terlalu berat.
Bentuk meriam Si Jagur ini unik karena bagian belakang berbentuk tangan dengan ibu jari dijepit antara telunjuk dan lari tengah. Kepalan tangan diperkirakan kepalan tangan perempuan. Bentuk kepalan tangan tersebut dalam Bahasa Portugis disebut "mano in figa" yang dapat diartikan sebagai simbol untuk menangkal kejahatan atau juga untuk mengejek orang Belanda, musuh besar orang Portugis

No comments:

Post a Comment